Mas Beye Presidennya PD Yang Kepedean
…. “Ini mencoreng kedaulatan bangsa, dan sudah sewajarnya dilakukan penenggakan sesuai hokum yang berlaku di Negara kita,” ….
Sepenggel kalimat tersebut mengingat kita, bahwa Mas Beye begitu atraktif jika mendengar saudara kandungnya, yakni Mr.Presiden diancam bunuh oleh beberapa orang yang dikatakan Mas beye sebagai pengacau kedaulatan Negara. Mendengar bisikan Mas Beye, Mr.Presiden pun ambil kebijakan dengan memerintakan pasukan khusus bentukkanya segera menumpas pengacau kedaulatan Negara itu.
Atas pemerintah Mr.Presiden, Dansus 99 ( Nama pasukan khusus pembentukan Mr.Presiden) ambil tindakan cepat, dalam itungan jam, dua tiga orang terduka pengacau kedaulatan Negara tewas tertembak timah panas milik Dansus 99.
Mr. Presiden merasa puas dan Jumawa, bahwa pasukan bentukannya berhasil menumpas tuntas pengacau yang mengancam nyawanya. Mas Beye pun menyampaikan rasa gembiranya kepada Mr.Presiden , Mas Beye berbisik agar pasukan tersebut terus bergerak, karena pengacau gerakan kedaulatan Negara tersebar banyak setiap daerah ……
Sementara di daerah kekuasaan Mr.Presiden telah terjadi kerusakan alam yang diakibatkan olah orang-orang tak bertanggung jawab. Banjir, tanah longsong, bendungan jebol menjadi pemandangan biasa daerah tersebut. Tangis darah dari anak-anak kecil tak berbaju seakan menambah kerusakan tersebut. Ratusan mayat bergelimpangan, bau anyir menyeruak kemana-mana. Yang hidup sibuk memikirkan diri sendiri.
Di lain tempat, Mr.presiden masih larut dalam kegembiraan keberhasilan pasukannya menyelamatkan dirinya dari ancaman pembunuhan. Mas Beye pun masih turut larut dalam kegembiraan tersebut, bahkan bencana tersebut terus memakan korban, Mr. presiden dan Mas Beye tetap larut dalam pestanya. Dan sampai akhirnya salah satu pembisiknya dating dan mengabarkan tragedy pembaca tersebut. Ternyata bisikan tersebut hanyalah sekedar bisikan biasa.
Akhirnya setelah berminggu, Mr. Presiden pun sedikit punya niat baik, bersama Mas beye mereka berniat mengujungi pusat kejadian bencana, meski begitu rencana tersebut sempat tertunda karena kesibukan Mr. Presiden yang padat.
Sampailah Mr. Presiden di pusat bencana, tentunya teman sejatinya Mas Beye turut serta dalam kunjungan yang mereka sebut kunjungan kenegaraan, ditemani beberapa Manteri berangkatlah mereka. Sementara di tempat bencana, petinggi daerah tersebut memerintahkan penghentian pembersihan sisa bencana karena alas an Mr.presiden dating, padahal bau anyir mayat masih menyeruak dimana-mana.
Guna memberikan kesan ‘wah’. Tempat bencana tersebut di sulap menjadi indah. Tak lama berselang datanglah Mr.Presiden dan Mas beye, setelah di sambut meriah. Sekitar 10 menit, akhirnya Mr. Presiden berdiri menuju mimbar. “Mari kita dengarkan wejangan yang diberikan Mr.presiden,”suara pembawa acara mengajak undangan yang hadir.
Dengan Pede yang tinggi Mr. Presiden pun mengeluarkan keahliannya berpidato panjang lebar. Sementara yang lain menahan bau tidak sedap, yang lainnya juga menahan lapar karena kehilangan harta benda.
Puas berpidato. Mr. Presiden memilih kembali ke Istananya. Dan sepulannya petinggi negeri pencarian Mayat korban bencana di lanjutkan lagi. Disela-sela pencarian tersebut seorang nenek renta memberikan komentarnya.
“Ini kah Presiden kita, koq pidato dihadapan maya-mayat yang membusuk, coba ditlongin angkat mayat juga biar cepat bersih,”omel nenek tersebut sekenanya.
Celotehan nenek tersebut mengingatkan bencana sunami beberapa waktu lalu. Saat evakuasi berlangsung, Mr. presiden dating berkunjung, dan berpidato, selepasnya berangkat pulang ke istana. Kedaan tersebut bertolak belakang dengan Negara tertangga, Mr.Presidenya turun langsung menggunakan sepeda motor turut serta lakukan evakuasi, meski ada batasan-batasan wajar yang dilakukan ppresiden mereka.
Melihat semua itu, memar benar, bahwa Mas beye punya presidennya PD yang kepedeaan.
Sugeng Mulyono
Posted on July 23, 2011, in Tulisan Ku and tagged Partai Demokrat, presiden, SBY. Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Comment
Comments (0)